Mamuju Media Center
NEWS TICKER
Sabtu, 15 Desember 2018 | 9:16 am
Reporter:
Posted by: mamuju media center
Dibaca: 300

PENTINGYA MEMBANGUN PETA JALAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY)

Penulis : DR.Suyuti Marzuki

Pakar Bidang Social Welfare

Mamuju, MMC.Com.Salah satu isu sentral mengapa CSR lahir karena munculnya ketimpangan dalam kehidupan social masyarakat baik berupa isu hubungan industrial dengan public, hak asasi manusia, dan isu lingkungan hidup (Adesina, 2010; Fukuyama, 2001). Sebenarnya konsep ini sudah lahir tahun 1960an di kalangan akademisi di wilayah Amerika Serikat, walaupun sudah diperkenalkan pada tahun tersebut namun konsep ini belum banyak dikenal dan dipergunakan oleh public. Baru sekitar th 2000an, CSR yang menjadi isu public yaitu melalui KTT 189 negara di PBB > Millenium Declaration. Target yang ingi n dicapai yaitu tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat global pada 2015. Pasca 2000 konsep ini mendapatkan perhatian serius setelah beberapa lembaga global terutama UN Global Compact, World Bank, dan ILO memperkenalkan konsep tersebut dan mengembangkan code of conduct CSR agar diadopsi dan diwujudkan oleh perusahaan/corporation sehingga setiap perusahaan diharapkan mengembangkan tanggung jawab sosial kepada tenaga kerjanya, masyarakat, dan lingkungan hidup.
Arti penting Peta Jalan…..
Ibarat memasuki hutan belantara tentu kita membutuhkan peta hutan sehingga semua unsur yang ada di dalam hutan dapat dikenali secara baik, entah dia potensi ataupun mara bahaya yang sewaktu-waktu dapat membinasakan kita di dalam hutan…
Di dalam konteks perencanaan, kedudukan peta jalan (roadmap) sangatlah penting sebagai rantai nilai (Value Chain) dalam dokumen perencanaan dalam mewujudkan arah dan tujuan pembangunan masyarakat. Peta jalan dalam pengertian lebih sempit juga biasa disebut sebagai “product roadmap” yaitu sebuah perencanaan yang menggambarkan bagaimana suatu produk (dapat berupa program maupun kegiatan) akan berjalan dan berkembang nantinya. Dalam hal ini roadmap digunakan untuk menyelaraskan para pemangku kepentingan dan untuk merencanakan anggaran dalam rangka pengembangan produk/program/kegiatan dll.
Dalam kaitan dengan strategi program pemerintah daerah, maka membuat roadmap harus memperhatikan keselarasan (koherensi) dengan arah seluruh strategi program daerah dengan arah strategi CSR dalam hal ini. Untuk itu dibutuhkan penjabaran dalam wujud pemetaan “Peta Jalan” yang paling tidak menggambarkan: Arah visi misi dan strategi produk CSR; Menyediakan dokumen panduan untuk menjalankan strategi; Membantu komunikasi kepada seluruh customer yang terlibat dan juga terutama sekali menjabarkan kedudukan stakeholder (masyarakat) baik dalam bentuk pelibatan maupun masyarakat sebagai kelompok/individu sasaran program/kegiatan CSR nantinya.


Dimana Letak Peta Jalan CSR pada strategi Pembangunan Pemerintah Daerah….
Sebagaimana amanat Permendagri 86/2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Maka peta jalan CSR harus dapat berintegrasi (Inheren dan koheren) dengan peta strategi daerah melalui perumusan-perumusan strategi (Permendagri 86/2017 halaman 340). Untuk mencapai tujuan visi, misi, tujuan dan sasaran program, maka harus dilakukan pemetaan strategi. slah satu metode yang sudah teruji dan diamanatkan dalam permendagri ini yaitu Balanced Scoreacard/BSC (Permendagri 86/2017 halaman 343). Salah satu turunan Peta strategi ini adalah peta jalan (roadmap) dan peta jalan akan menghasilkan Bisnis proses, salah satunya adalah peta jalan dan bisnis prosesCSR, yang akan berkontribusi secara nyata dalam bentuk program/kegiatan dan dukungannya dalam pencapaian target-daerah yang telah terutang di dalam dokumen RPJMD dan Rencana Strategi (Renstra) dinas-dinas teknis terkait….Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: Apakah RPJMD telah dipetakan, apakah Renstra dinas-dinas telah dipetakan melalui metode yang diamanatkan permendagi 86?

Salah satu manfaat dibangunnya peta jalan adalah penyediaan data mikro daerah. Data mikro daerah selama ini tidak dibangun dengan baik sehingga indikator makro yang turun dari level nasional tidak terjabarkan secara ditail pada tingkat lokal. Dengan penyediaan peta jalan dan merunut ranta nilai satu persatu dari hulu hingga hilir proses, maka data mikro ini dapat diperoleh dengan muda. Sistem data dan informasi daerah adalah salah satu strategi yang harus dijalankan oleh daerah disamping perbaikan strategi Sistem kelembagaan pemerintah derah, sistem SDM dan sistem penganggaran daerah (Lihat peta Strategi pada persepktif Pertumbuan dan Pembelajaran).
Berdasarkan pemetaan strategi pembagunan daerah, maka Peta jalan CSR nantinya akan berkontribusi pada Sasaran Strategi Daerah pada “Perspektif Internal Proses” di dalam design model peta strategi BSC seperti yang diamanatkan dalam permendagri tersebut diatas, yaitu melalui peta strategi daerah di bawah ini:

Suyuti Marzuki (Social Welfare Scientist, Ahli Balanced Scorecard Pemerintah)

Berita Lainnya

PT.DUA KAWAN SULBAR -Mamujumediacenter.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.