Mamuju Media Center
NEWS TICKER
Sabtu, 26 Januari 2019 | 5:07 pm
Reporter:
Posted by: mamuju media center
Dibaca: 220

Kuliah Umum Deputi Bidang Pelatihan,Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI, Poltekkes Mamuju

Kuliah Umum Deputi Bidang Pelatihan,Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI,di Poltekkes Mamuju

Mamuju,MMC-Tanggal 25 Januari 2019, civitas akademika Poltekkes Kemenkes Mamuju menyambut kunjungan Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Republik Indonesia, Prof. drh. Muhamammad Rizal Martua Damanik, M.RepSc, PhD. Kedatangan Deputi ke kampus tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja BKKBN di Sulawesi Barat. Pada kesempatan itu, Deputi BKKBN menyempatkan diri untuk memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika yang terdiri dari unsur pimpinan kampus, dosen, staff kependidikan serta mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mamuju. Tema kuliah umum mengangkat fenomena stunting (tumbuh pendek) di Sulawesi Barat. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis pada anak yang terjadi sejak masa dalam kandungan hingga berusia 2 tahun sehingga mengakibatkan gangguan kecerdasan dan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih pendek (kerdil) dari standar usianya (Depkes.go.id, 2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan saat ini Provinsi Sulawesi Barat menduduki peringkat ke 2 dengan prevalensi kasus stunting di Indonesia sedangkan peringkat pertama diduduki oleh Provinsi NTT.
Menurut beliau, jelas ini merupakan suatu kemunduran bagi Sulawesi Barat yang memiliki potensi kekayaan hewani dan nabati yang melimpah ruah. Ini harus menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk merespon dengan cepat wanprestasi tersebut.
Bagi masyatakat awam, kondisi tubuh pendek sering dikaitkan dengan faktor keturunan, padahal faktor tersebut memiliki pengaruh yang sangat kecil sehingga mayoritas para orang tua tidak berbuat apa-apa untuk mencegah anaknya tumbuh pendek menjelang dewasa. Pola makan, pola asuh serta persoalan sanitasi adalah 3 faktor kunci pencegahan stunting. Oleh sebab itu, masalah stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah di bidang kesehatan melainkan diperlukan peran aktif oleh seluruh pihak untuk mencegah stunting di Sulawesi Barat di masa yang akan datang.
Di sela sela kuliah umum itu, beliau juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam memberikan dukungan ilmiah untuk mengatasi masalah stunting. Deputi BKKBN tersebut sangat mengapresiasi Poltekkes Kemenkes Mamuju sebagai satu satunya perguruan tinggi kesehatan negeri di Sulawesi Barat yang terus berkomitmen dalam mendukung pemerintah untuk mempercepat penanganan masalah stunting di Sulawesi Barat. Untuk sekedar diketahui, Centre of Excelent (keunggulan) Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah menjadi pusat studi stunting di Indonesia khususnya di Sulawesi Barat dan telah dipresentasikan di hadapan pejabat Kementerian Kesehatan RI beberapa waktu lalu sehingga secara legitimasi memperoleh pengakuan dari pemerintah pusat. Komitmen tersebut dibuktikan dengan kurikulum pembelajaran, penelitian dosen dan mahasiswa yang mengacu pada upaya penanganan stunting khususnya di Sulawesi Barat.
Setelah menahbiskan diri menjadi institusi pusat study stunting di Indonesia, diharapkan kedepannya kerja sama antara Poltekkes Kemenkes Mamuju dan pemerintah daerah serta seluruh stakeholder lebih ditingkatkan lagi. Out put dari kerjasama tersebut diharapkan dapat menciptakan berbagai solusi dan kebijakan produktif dalam upaya percepatan penyelesaian problem stunting di Sulawesi Barat.

Redaksiana/Penulis : Asrie Abu, SKM, M.Kes (Dosen Poltekkes Kemenkes Mamuju)

Berita Lainnya

PT.DUA KAWAN SULBAR -Mamujumediacenter.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.