Mamuju Media Center
NEWS TICKER
Minggu, 5 Mei 2019 | 9:02 am
Reporter:
Posted by: mamuju media center
Dibaca: 121

Rekapitulasi Suara Di Pasangkayu Menuai Protes.

 

 

Rekapitulasi Suara Di Pasangkayu Menuai Protes.

 

PASANGKAYU,MMC.COM – Rekapitulasi Suara tingkat KPU di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulbar mulai berjalan, protes selama jalannya Rekapitulasi pun tak dapat terhindarkan. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Devonder ini beejalan sangat alot, dimana ada beberapa saksi Partai yang dengan tegas meminta agar dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) dibeberapa TPS yg di anggap adanya keganjalan saat berjalannya pencoblosan maupun data yang di anggap tidak valid.

Saksi Partai PKS, Rahman, adalah salah satu Saksi yang memprotes atas jumlah salinan C1 yang tidak sama dengan apa yang di pegangnya. Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa selama berjalannya pencoblosan dan perhitungan suara di TPS 05 Balanti, saksi partainya dilarang masuk oleh petugas KPPS dengan alasan terlambat hadir.

“Kami sangat menyayangkan adanya indikasi penggelembungan suara, apa lagi saat beejalannya pemungutan suara dan perhitungan suara di TPS, saksi kami di larang masuk oleh KPPS,” ungkap rahman, Kamis (02/05).

Sementara itu, Saksi dari Partai Gerindra, Andi Tahmid, juga memprotes keras hasil rekapitulasi tingkat KPU, karena dirinya merasa adanya indikasi pelanggaran Pemilu yang dilakukan oknum penyelenggara di beberapa TPS Desa Motu dan Balanti. Andi Tahmid juga menyayangkan sikap Panwaslu yang berada dilokasi saat itu, tetap melanjutkan proses pemungutan dan perhitungan suara.

“Apa pun alasannya, kesepakatan bersama tidak mampu mematikan aturan PKPU dan Undang-undang (UU) yang ada. Karena sesuai dengan aturan yang tertinggo, maka kita harus berpedoman kepada UU, dan saya sangat menyayangkan sikap Panwas yang saat itu berada di tempat namun hanya tinggal diam dan sepakat melanjutkan sesuatu yang saya anggap sudah salah dari awal,” tegasnya.

Sementara itu, Saksi dari Partai Hanura, Muslim, tetap bertahan dengan keputusan pleno yang dia anggap sudah konek dan sesuai dengan jumlah C1 Pleno yang ada. Dirinya juga yakin, bahwa tak ada satupun persoalan yang terjadi seperti halnua yang berhembus selama ini.

“Ini sudah sesuaj dengan C1 Pleno, dan jumlah perhitungan serta nilai angkanya sudah konek dan sesuai dengan C1 Pleno yang ada,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Ketua Bawaslu Kabupatrn Pasangkayu, Ardi Trisandi, yang hadir saat itu juga memberikan penjelasan bahwa saat ini ada beberapa laporan yang masih berjalan dan ditangani.oleh pihaknya. Dan dirinya tetap akan berpedoman kepada aturan yang sudah ada.

Berita Lainnya

PT.DUA KAWAN SULBAR -Mamujumediacenter.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.