Mamuju Media Center
NEWS TICKER
Rabu, 10 Juli 2019 | 7:39 pm
Reporter:
Posted by: mamuju media center
Dibaca: 66

Ajak Duel  ,Oknum Kades Di pasangkayu Lecehkan Profesi Wartawan

Ajak Duel  ,Oknum Kades Di pasangkayu Lecehkan Profesi Wartawan

PASANGKAYU – Kepala Desa Sarasa berinisial (F) mencak mencak melalui telepon seluler setelah menerima pesan singkat (SMS) dari seorang Wartawan yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pasangkayu, Rudi.

Sang kades marah dan menelepon Rudi karena menganggap sms itu tidak berdasar.

“Saya tidak suka kalau caranya begini, kenapa tidak ketemu langsung saja dikantor baru kita cerita” ujar Kades Sarasa

Kejadian marahnya kades Sarasa melalui teleoon seluler kepasa Ketua IWO pasangkayu bermula saat ketua IWO ingin mengkonfirmasi terkait proyek pekerjaan Talut di desa tersebut.

“Kepala desa Sarasa (F)  tidak di tempat ketika tim kami menemukan dugaan pekerjaan yang “mungkin” tidak sesuai. Saya mengkonfirmasi via telefon namun tidak diangkat, makanya saya sms, namun dibalas telepon dengan nada tinggi” kata Rudy.

Bersama RealitaIndonesia.id, Ketua IWO Kabupaten pasangkayu mengakui bahkan memegang bukti rekaman telepon antara dirinya dengan Kades Sarasa yang pada klimaksnya mengajaknya berkelahi.

“Setelah marah-marah, pak Desa malah ngajak saya berkelahi” Ujar Rudi.

Hal ini sangat disayangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Sulawesi Barat, Muh Jaun.

Muh Jaun terkonfirmasi RealitaIndonesia terkait tenframental Kades Sarasa mengatakan, tidak sepatutnya seorang aparatur apalagi seorang kepala desa mengahadapi masalah dengan cara tenfaramen.

“Harusnya kalau dikonfirmasi merasa hal itu tidak benar harusnya disampaikan dengan cara yang biasa saja atau kau bisa minta dilaporkan kalau memang pekerjaan yang dilakukan di desa sudah sesuai aturan” Ujar Kadis PMD Sulbar.

Lanjutnya, Muh Jaun menyarankan agar setiap Kepala Desa yang ada di semua wilayah Privinsi Sulawesi Barat agar bisa menghadapi kondisi dengan bijak dan tidak terpancing emosi, sebab kehadiran relasi yang memantau anggaran dana desa kapan saja bisa datang menemui dan semuanya harus transparansi tanpa harus marah-marah. (R46)

Berita Lainnya

PT.DUA KAWAN SULBAR -Mamujumediacenter.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.