Mamuju Media Center
NEWS TICKER
Kamis, 14 Mei 2020 | 6:27 pm
Reporter:
Posted by: mamuju media center
Dibaca: 63

Sekprov Cetus “Passigai Malaqbi” Program Aksi Gerakan Inovasi

SULBAR, MMC.com – Inovasi salah satu aspek budaya birokrasi yang sangat mempengaruhi keberhasilan reformasi birokrasi. Inovasi di pemerintahan menjadi sebuah kewajiban, terlebih lagi hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2017. Namun inovasi ini akan menjadi sulit dilakukan apabila masih banyak pegawai yang tidak terpacu untuk berubah. Membentuk pemerintahan yang inovatif  harus dimulai dengan kesadaran untuk selalu berinovasi. Dengan alasan itulah sehingga, Kamis (14/05/2020), pemerintah provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Sharing Session Penguatan Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah Provinsi.

Secara virtual, acara tersebut diikuti oleh JPT Pratama serta Administrator lingkup pemerintah provinsi Sulawesi Barat dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Idris, M,Si menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya sharing session tersebut maka pemerintah provinsi Sulawesi Barat  harus bisa membangun ekosistem inovasi agar dapat dengan mudah merencanakan inovasi yang dibutuhkan dan memiliki nilai manfaat.

Acara yang dimulai pukul 14.00 wita tersebut, menghadirkan narasumber tunggal yakni Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Iinovasi Administrasi Negara LAN RI, Dr. TriWidodo Wahyu Utomo. SH,MA. Selama kurang lebih 2 (dua) jam, penulis buku “Inovasi Harga Mati” ini, mencoba menggugah rasa seluruh peserta forum agar senantiasa berinovasi sebab menurutnya prestasi daerah tidak akan ada tanpa prestasi OPD dan prestasi itu dimulai dari inovasi.

“Sejauh ini Indeks Inovasi Daerah Sulawesi Barat belum bisa diberi peringkat karena belum mengisi data inovasi. Asumsi sementara bahwa inovasi di sulbar sudah ada cuman saja belum dicatat. Ada mekanisme tersendiri agar inovasi tersebut dapat tercatat. Inovasi itu bersifat kontekstual jadi harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di daerah. Mengenali masalah adalah awal untuk melakukan inovasi,” paparnya.

Sebagai tambahan, pria kelahiran Jogyakarta ini juga menyampaikan bahwa inovasi itu merupakan manisfestasi dari rasa syukur dan hanya mereka yang menjadikan pekerjaannya sebagai Passion mampu melakukan inovasi di lingkungan kerjanya. “ya, semua pembaruan adalah perubahan tapi tidak semua perubahan adalah pembaruan. Pembaruan pastilah inovasi. ASN harus menjadi pemain tidak terbatas. Menjadikan pekerjaan sebagai passion, sangat memudahkan seseorang untuk berinovasi. Idealnya one ASN one innovation. Tapi klo tidak, ya, 1 OPD beberapa inovasi,” ujarnya.

Diakhir diskusi, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat membentuk tim 5 percepatan inovasi yang terdiri dari Balitbangda, BPSDM, Bappeda, Biro hukum dan Biro ortala. Mantan Deputi LAN RI ini juga mencetuskan PASSIGAI Malaqbi yang merupakan akronim dari Program Aksi Gerakan Inovasi. “ya, kita akan bergerak untuk selalu berinovasi oleh karena itu perlu dimulai dengan spirit Pasigai Malaqbi. Inovasi ini harus disegerakan,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

PT.DUA KAWAN SULBAR -Mamujumediacenter.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.