Mamuju Media Center
NEWS TICKER
Sabtu, 6 Juli 2019 | 6:11 pm
Reporter:
Posted by: mamuju media center
Dibaca: 117

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengadakan Pertemuan dengan SKK Migas Terkait Participating Interest Blok WK Sebuku.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengadakan Pertemuan dengan SKK Migas Terkait Participating Interest Blok WK Sebuku.

Mamuju,MMC.COM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama BUMD Sebuku energi malaqbi ,anghota DPRD Prov Sulbar dan beberapa kepala OPD terkait diantaranya Kepala Biro Ekbang yang juga PLt Sekwan DPRD Prov Sulawesi Barat Syafsruddin ,DM, Kabid Ekonomi Pembangunan Ibu Asmar ,Kepala Dinas ESDM Amri Eka Sakti,Kepala Badan PPKAD Provinsi Sulawesi Barat ,A Mujib melaksanakan rapat koordinasi dengan SKK Migas di Jakarta Jumat 5 Juli 2019.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan proses pencairan participating interest antara pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan kontraktor pelaksana (KKKS) yakni PT.Mubadalla Petroleum (Pearl Oil) ,rakor ini dipimpin langsung oleh Sekda Provinsi Sulawesi Barat ,Dr Muhammad Idris.

Dalam kegiatan ini diikuti pula oleh para pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah Provinsi Sulawesi Barat diantaranya wakil ketua DPRD provinsi sesuai barat Hamzah hapati Hasan Harun Haji Sudirman dan Irfan HB sementara itu tim Provinsi Sulawesi Barat diterima oleh perwakilan SKK Migas bidang hubungan kelembagaan dan bidang hukum kelembagaan Bambang Dwi Haryanto dan Ibu Dini

Pada kesempatan ini pula sekda Provinsi Sulawesi Barat mempertanyakan proses pencairan di Participating Interest sudah sampai di mana proses tahapannya dikarenakan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sudah melengkapi dokumen yang dipersyaratkan dalam proses pencairan partisipasi interest melalui BUMD Sulbar selain pemerintah Provinsi Sulawesi Barat rakor ini juga dihadiri oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas ESDM provinsi Kalsel dan Wakil Bupati Kotabaru dan jajaran direksi PT.Bangun Banua Kalsel juga mempertanyakan proses pencairan partisipasi interest yang telah melewati batas sesuai dengan permen No.37 yakni kelengkapan dokumen akan ditindaklanjuti setelah melewati batas waktu 60 hari kerja .

Perwakilan SKK Migas yang diwakili oleh Dini bagian hubungan kelembagaan menyampaikan bahwa dokumen pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan pemerintah provinsi Kalsel telah diterima dan seharusnya ini sudah ditindaklanjuti oleh kontraktor pelaksana yakni PT.Mubadalla Petroeluem (Pearl Oil) karena memang sudah melewati batas pelaksanaan untuk tahapan selanjutnya olehnya itu pihaknya akan segera Menindaklanjuti hal ini ke kontraktor pelaksana atau operator yakni PT.Mubadalla Petroeluem (Pearl Oil) selaku operator pelaksana blok Sebuku untuk segera memanggil dua daerah ini melalui BUMD masing-masing yakni perumda Sebuku energi Malaqbi dan PT.Bangun Banua Kalsel untuk segera menandatangani surat pernyataan minat partisipasi interest dan selanjutnya akan dibentuk tim due diligent sehingga proses percepatan pencairan dana PI segera terlaksana.”Ujar Dhini.

Sementara itu Direktur Operasional Perumda Sebuku Energi Malaqbi ,Asrul Abu bersama Dirut Perumda Sebuku Energi Malaqbi Haris Hanaping ,SE.MM mengatakan bahwa pihaknya sudah melengkapi seluruh dokumen yang di persyaratkan sehingga tidak ada alasan lagi pihak KKKS (Pearl Oil) untuk melangkah ke tahapan selanjutnya yakni surat pernyataan minat kesedian ke permen Sulbar dan Kalsel terkait dana PI ini.”Ujar Asrul.

Hasil dari pertemuan ini pihak SKK Migas akan segera menindaklanjuti rencana pertemuan selanjutnya bersama PT Mubadalla Petroeulum,BUMD Sulbar,BUMD Kalsel dalam jangka waktu 7 Hari kerja ke depan.

Berita Lainnya

PT.DUA KAWAN SULBAR -Mamujumediacenter.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.