Mamuju Media Center
NEWS TICKER
Rabu, 19 Februari 2020 | 7:45 pm
Reporter:
Posted by: mamuju media center
Dibaca: 477

Disaat orang lain berburu menjadi ASN , Purna Praja Ini memilih Mundur Jadi ASN Untuk Fokus Jalankan Bisnisnya.

Disaat orang lain berburu menjadi ASN , Purna Praja Ini memilih Mundur Jadi ASN Untuk Fokus Jalankan Bisnisnya.

MamujuMediaCenter.Com – Disaat ribuan orang tengah berjuang sekuat tenaga untuk bisa menjadi seorang ASN, Arie Wijaya yang merupakan camat di wilayah Kalidoni justru memilih untuk mundur dari jabatannya.

Tak hanya itu, lulusan Sekolah Tingkat Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) ini juga sudah mantap hati untuk lepas dari profesi ASN yang telah diembannya sejak tahun 1997 silam.

Tribunsumsel.com berkesempatan berbincang dengan Arie Wijaya disela acara perpisahannya dengan seluruh staf maupun lurah dikawasan Kalidoni, Selasa (18/2/2020).

Q : Saat ini perekrutan CPNS sedang berlangsung dan diikuti oleh ribuan orang. Ini sudah menjadi bukti bahwa menjadi PNS adalah salah satu profesi yang diimpikan banyak orang. Tapi kenapa anda yang sudah mencapai posisi terbilang tinggi, justru memilih mundur bahkan lepas dari profesi ini ?

A : Saya punya prinsip bahwa orang paling bahagia adalah orang yang bisa mengerjakan pekerjaan yang disenanginya, bukan menyenangi pekerjaannya.

Dan saya memiliki kesempatan untuk memilih apa yang saya inginkan. Hal inilah yang saya sampaikan ke staf yang lain bahwa mungkin mereka punya keinginan seperti jalan yang saya pilih ini, tapi mereka tidak punya kesempatan untuk mengambilnya. Bisa saja keluarganya tidak mendukung atau ada hal lain yang tidak memungkinkan sehingga mereka tidak bisa keluar dari PNS. Perlu diketahui juga bahwa saya tidak tiba-tiba mengambil keputusan ini. Butuh perjalanan panjang untuk mencapainya. Ada begitu banyak pertimbangan hingga akhirnya saya memutuskan memberi ‘akselerasi’ dalam kehidupan saya. Saya butuh status yang berbeda di luar PNS. Banyak yang menyarankan ke saya, kenapa tidak mengajukan izin sekolah lagi ke pak walikota. Sehingga saya tetap berstatus sebagai PNS, tapi bisa juga bebas untuk menjalankan hal lain diluar sana. Namun menurut saya, itu tidak akan bisa berjalan secara maksimal. Maka dari itu harus ada salah satu yang saya pilih.

Q: Jadi, apa fokus setelah ini ?

A : Menjadi kontraktor dan bisnis developer. Saya juga terjun dalam bidang finance di Jakarta. Jadi ada banyak hal yang dalam 6 bulan belakangan ini saya persiapkan. Saya juga sudah ada kantor di Jakarta dan telah berjalan selama 5 bulan yang bergerak di bidang koperasi nasional. Saat ini saya juga sedang dalam proses membangun perusahaan di Palembang. Jauh sebelum itu, saya juga sudah membuat sebuah perusahaan yang selama ini dijalankan oleh keluarga.

Memang pada dasarnya, pilihan yang harus dihadapi adalah apakah saya harus mengembangkan perusahaan tersebut yang saya katakan sebagai akselerasi atau tetap menjalankan profesi PNS dan mengikuti alur tangganya. Sebab kalau di PNS, kita memang harus mengikuti alur tangga untuk bisa naik ke suatu tingkat. Tapi kalau wiraswasta, tentu kita bisa melompat untuk maju ke depan.

Q : Jadi, bisa dikatakan bahwa profesi PNS menghalangi langkah anda untuk berwirausaha yang anda katakan adalah pekerjaan yang anda senangi ?

A : Ya, harus saya akui bahwa status PNS ini menghambat saya dalam mengerjakan hal lain diluar sana. Dalam hal ini adalah menjadi wirausaha dan membangun perusahaan.

Kalau hanya berdagang, saya masih bisa bayar orang untuk menjaga usaha itu. Tapi inikan saya sudah membangun perusahaan, sehingga saya harus benar-benar terjun langsung menjalankannya. Untuk itu, mau tidak mau saya harus memilih apakah harus tetap mempertahankan jadi ASN atau fokus pada usaha yang saya bangun.

Q : Apakah mundur dari PNS merupakan salah satu langkah terbesar yang pernah anda ambil selama ini ?

Tadi saya sampaikan pada staf yang lain bahwa tidak ada perbedaan sebenarnya. Hanya saya melihat peluangnya adalah ketika saya harus mengambil pilihan. Menurut saya hal ini bukanlah sesuatu yang besar. Disini saya ungkapkan secara gamblang, bahwa dalam status saya sebagai PNS yang sekolah lagi tahun 2010 hingga 2017, angsuran saya beli rumah dan lainnya bisa mencapai Rp. 200-300 juta perbulan dan semuanya saya bayar dengan lancar. Perlu jadi catatan juga bahwa seluruh kekayaan yang saya dapatkan, rata-rata diperoleh ketika saya tidak ada jabatan sebagai PNS. Sebab saat itu saya bisa sangat fokus berbisnis. Bahkan rata-rata saya bisa mendapat penghasilan diatas Rp.3 miliar dalam setahun. Dan penghasilan itu justru berkurang ketika saya punya jabatan, seperti saat saya menjabat camat seperti sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut, tentu siapapun yang berada diposisi saya pasti akan mengambil langkah seperti yang saya ambil saat ini.

Tapi memang tidak bisa dipungkiri, ketika saya punya jabatan di PNS, saya tetap fokus pada program-program yang dijalankan. Saya katakan pula pada pak walikota bahwa saya siap mendukung program beliau dan mengabdi pada masyarakat.

Dan hal penting lain yang harus saya sampaikan bahwa hingga saat ini saya sama sekali tidak memiliki masalah selama menjabat. Baik itu permasalahan dengan walikota, sekda atau siapapun, saya tidak ada masalah dan ini penting sekali untuk disampaikan. Tidak ada sama sekali permasalahan, malah saya begitu merasa bangga karena diajak pak walikota untuk bergabung dibawah pemerintahan beliau sejak tahun 2017 lalu. Saya tegaskan pula bahwa keputusan mundur ini bukanlah dilantari atas dasar kekecewaan atau masalah. Melainkan ini adalah keputusan yang saya inginkan dari lama.

Hal selanjutnya juga karena fokus saya juga sudah bergeser dan saya tidak mau merusak dedikasi saya sebagai PNS yang seharusnya memberikan pelayanan maksimal ke masyarakat. Saya merasa punya beban moral tersendiri kalau harus ‘korupsi’ waktu antara menjalankan profesi sebagai PNS dan seorang pengusaha.

Q : Sejak kapan anda mulai membangun bisnis ?

A : Saya sudah membangun perusahaan di tahun 2008. Saya juga sudah merasakan enaknya membuat perusahaan sendiri. Waktu masa izin sekolah, saya juga sudah merasa disaat orang lain sibuk kerja, kita enak keliling-keliling.

Sebenarnya, saya sudah mengajukan mundur jadi PNS dari tahun 2010, saat masih jadi lurah. Tapi ditolak waktu itu, sehingga saya dialihkan untuk sekolah. Jadi tetap berstatus sebagai PNS namun bisa bebas menjalankan bisnis. Hal itu bisa saja saya lakukan lagi dengan mengajukan sekolah, tapi saya pikir sudah seharusnya saya mengambil langkah tetap agar bisa maksimal. Seperti yang saya katakan tadi bahwa langkah ini adalah akselerasi.

Q : Selanjutnya bagaimana kelanjutan program yang sudah berjalan di kecamatan Kalidoni ?

A : Saya sudah sampaikan ke pak walikota secara khusus yang saya sebut sebagai permintaan terakhir. Saya menyarankan agar pengganti saya selanjutnya adalah Sekretaris Camat (Sekcam). Sebab dia sudah tahu dan mengikuti dari awal program-program apa saja yang dijalankan di kecamatan ini. Sehingga tidak sulit untuk mengarahkannya lagi. Dan saya juga berkomitmen untuk terus mendampingi semampu saya agar program yang sudah diatur, bisa berjalan maksimal. Tapi kalau camatnya baru, mesti ada pengenalan program dan harus belajar lagi, tentunya repot. Sebab menjalankan program-program di kecamatan ini tentunya kita harus punya knowledge. Tapi semuanya menjadi keputusan pak walikota. Saya hanya bisa memberikan saran saja. Saya juga tidak ada hubungan keluarga sama sekali dengan sekcam. Semuanya murni untuk memberikan yang terbaik ke masyarakat.

Q : Apakah anda sudah resmi keluar sebagai PNS ?

Saat ini berkas saya sudah masuk BKPSDM. Jadi memang belum ada putusan resmi yang menyatakan pengunduran diri saya diterima. Tapi, terlepas dari hal itu, saya juga sampaikan ke seluruh staf disini bahwa saya sudah tidak bisa lagi masuk kerja. Jadi mau bagaimanapun, saya tidak akan lagi ke kantor. Untuk itu, saya mengajukan cuti besar 3 bulan hitungan haru kerja.Artinya lebih kurang 3,5 bulan kedepan saya cuti yang sudah berlaku sejak tanggal 17 Februari kemarin. Cuti ini diambil sembari menunggu proses SK pengunduran diri itu keluar.

Q : Bagaimana kalau sampai 3 bulan kedepan pengajuan pengunduran diri anda belum disetujui ?

Saya tetap akan berhenti, apapun yang terjadi. Sekarang inikan saya sudah menjalani cuti besar. Kalau sampai 3 bulan kedepan, pengunduran diri saya belum juga disetujui, saya akan tidak masuk selama 45 hari, maka saya sudah berhenti dari PNS. Artinya memang saya sudah tidak ada lagi opsi untuk menjadi PNS dan sudah sangat bulat dengan keputusan ini.

Q : Bisa diceritakan, bagaimana jenjang karir anda selama jadi PNS ?

A : Saya resmi dilantik jadi PNS sejak tahun 1997. Kemudian dilantik jadi lurah di Bukit Sangkal tahun 2007 hingga 2010. Selanjutnya menjadi Sekcam Gandus tahun 2010 selama 6 bulan. Kemudian saya sekolah lagi dari tahun 2010 akhir hingga 2017. Kemudian jadi camat Kalidoni hingga akhirnya mengajukan pengunduran diri di tahun 2020 ini.

Ket photo : Arie Wijaya camat Kalidoni yang mengundurkan diri saat ditemui disela acara perpisahannya dengan seluruh staf maupun lurah dikawasan Kalidoni, Selasa (18/2/2020

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Kisah di Balik Camat Kalidoni Palembang yang Pilih Mundur dan Berhenti Jadi PNS, https://sumsel.tribunnews.com/2020/02/19/kisah-di-balik-camat-kalidoni-palembang-yang-pilih-mundur-dan-berhenti-jadi-pns?page=all.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini

Editor: Prawira Maulana

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

PT.DUA KAWAN SULBAR -Mamujumediacenter.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.