Mamuju Media Center
NEWS TICKER
Kamis, 5 September 2019 | 1:54 pm
Reporter:
Posted by: mamuju media center
Dibaca: 87

Bank Sulselbar Dorong PAD Sulbar Lewat alat Transaksi di Cafe dan  Resto.

Bank Sulselbar Dorong PAD Sulbar Lewat alat Transaksi di Cafe dan  Resto.

 

Mamuju,MMC.COM_Peninjauan Alat Perekam Pembayaran secara Online di Beberapa titik Dilaksanakan Oleh Pihak Perwakilan KPK wilayah VIII bersama Bupati  didampingi oleh kepala Bapenda Kab. Mamuju serta Pemimpin Cabang Utama  Bank SULSELBAR Mamuju sebagai Pihak penyedia Alat. Kamis, (05/09/19).

Peninjauan yang dumulai dari Hotel Maleo kemudian dilanjutkan kebeberapa tempat lainnya yang telah dipasangi alat Pembayaran Secara Online yang diawasi langsung oleh KPK.

Alat yang berfungsi untuk merekam semua transaksi pada wajib pungut pajak tersebut yang disiapkan Oleh Pihak Bank Sulselbar Cabag Utama Mamuju diharapkan mampu mendongkrak capaian Pendapatan asli daerah (PAD).

Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Cabang Utama Mamuju Syarifuddin Haruna selaku Penyedia Alat Perekam Prmbayaran secara online mengatakan babwa pihaknya Akan menyediakan alat tersebut sesui permintaan dari Pemda selaku mitra kerja.

“Kami dari Bank Sulselbar Cabang Utama Mamuju Akan menyediakan Alat Perekam Tersebut sesuai kebutuhan dari Pemda”,Jelas dari Pimpinan Bank Sulselbar Syarifuddin Jaruna.

Lebih Lanjut Syarifuddin Menjelaskan bahwa untuk sementara sudah ada sekitar 20 unit Alat Perekam yang sudah terpasang dibeberapa tempat salah satunya yang ada di Hotel Maleo dan beberapa Warung Makan serta Warung Kopi.

“Kita sudah memasang Alat Perekam tersebut sebanyak 20 unit dan masih akan menambah alat sesuai mebutuhan dari pemda” pungkasnya.

Kaitan Baltersebut Korwil Korsupgah KPK yang akrab dengan sapaan Coki, mengatakan mulai saat ini pengelola Hotel dan restoran harus berkomitmen menyetorkan pungutan pajak ke daerah karena sesungguhnya pungutan pajak bukan dibebankan kepada wajib pungut (Hotel dan Restoran.red) melainkan kepada konsumen yang dititipkan kepada wajib pungut, bahkan dengan tegas ia menggambarkan beberapa konsekwensi atas pelanggaran persoalan pajak.

“Bukan menakut-nakuti ya, pelanggaran atas pajak ini ancaman hukumannya jelas, pidana 6 tahun dan denda, jadi jangan main-main, sudahlah kita komitmen saja dengan aturan ini, toh hasilnya yang distorkan ke Pemda akan digunakan kembali untuk membiayai pembangunan di daerah” tegasnya.

Bupati Mamuju H.Habsi Wahid sangat berterimakasih atas pendampingan yang telah dilakukan KPK, Ia mengatakan sejak adanya dorongan dan pemasangan alat yang direkomendasi oleh KPK,pungutan pajak di Mamuju telah memperlihatkan trend peningkatan yang cukup signifikan.

hal lain secara khusus bupati mengapresiasi pihak Grand Maleo Hotel yang juga telah menerima pemasangan alat tersebut dengan baik. “kalau maleo sudah pasang pasti yang lain akan mengikuti karena bisa dibilang hotel ini lah salah satu target penyumbang PAD terbesar di Mamuju,” pungkas Habsi.(ir)

Berita Lainnya

PT.DUA KAWAN SULBAR -Mamujumediacenter.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.